Melunasi utang sangat penting. Begitu pentingnya, Rasulullah SAW pernah tak mau menshalatkan jenazah seorang Muslim yang memiliki tanggungan utang sampai ada yang menyanggupi untuk membayarnya. Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW juga pernah memberikan perumpamaan pentingnya melunasi utang ibarat seorang yang mati syahid berkali-kali tidak akan masuk surga karena adanya tanggungan utang.


Dalam Alquran surah an-Nisa’ ayat 12, Allah SWT juga memerintahkan kepada para ahli waris untuk menyelesaikan wasiat dan utang seseorang yang meninggal dunia sebelum membagi harta peninggalannya. Pada ayat-ayat berikutnya, Allah SWT memberikan reward bagi siapa saja yang taat kepada-Nya dengan surga yang penuh keindahan dan memberikan ancaman berupa neraka yang menghinakan bagi siapa saja yang durhaka kepada-Nya.


Lalu, bagaimanakah nasib seorang mukmin yang meninggal dunia, tetapi ahli waris atau orang lain yang masih hidup tidak bersedia melunasi atau menyanggupinya? Pertama, jiwa mukmin tersebut akan terkatung-katung atau tidak mendapatkan tempat yang layak. “Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai utangnya dilunasi.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi).


Kedua, orang yang meninggal dunia dan memiliki tanggungan utang, kelak di akhirat akan dituntut untuk melunasinya dengan kebaikan-kebaikan yang ia miliki untuk diberikan kepada pemberi utang. Jika kebaikannya masih saja belum mampu melunasi utang tersebut, keburukan-keburukan pemberi utang akan dilimpahkan kepadanya. “Barang siapa meninggal dunia, sedangkan ia masih memiliki tanggungan utang, di sana tidak ada dinar dan dirham, tetapi hanya ada kebaikan dan keburukan.” (HR Ahmad).


Melunasi utang begitu penting. Banyak orang yang berutang, tetapi lupa menyelesaikannya. Mereka beranggapan itu sesuatu yang sepele. Mereka berutang di banyak tempat untuk memenuhi kebutuhan tanpa berniat melunasinya. Pada akhirnya, kehidupan mereka semakin ruwet karena terlilit utang.


Betapa pun sulit kehidupan yang dialami seorang yang berutang di dunia, tidak ada artinya dengan kesulitan yang akan dihadapinya di akhirat kelak. Lagi pula, Allah SWT akan membantu seseorang yang berusaha melunasi utangnya. Yakinlah, Allah SWT tidak akan membiarkan seorang hamba yang berusaha taat kepada-Nya berada dalam kesulitan. Dan, Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Wallahu a’lam bis shawaab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.