• Uncategorized
  • 0

Sejarah Menyingkap Kebenaran Kabbalah

Info Islami

Penelusuran sejarah Freemasonry menyampaikan kita kepada suatu ajaran mistik yang disebut Kabbalah. Para ksatria bait (ksatria ordo Templar) menemukan Kabbalah saat penggalian reruntuhan kuil Sulaiman, kemudian mereka mempraktekkannya.
Setelah pembasmian besar-besaran ordo Templar, menyusuplah mereka dalam perkumpulan tukang batu, hingga kemudian muncullah Freemasonry yang mengadopsi ajaran Kabbalah.
Oleh orang Yahudi, Kabbalah dianggap sebagai tafsir yang mempelajari arti tersembunyi dari Taurat. Benarkah demikian?
Pada dua edisi lalu, disebutkan bahwa Kabbalah tidak diketahui dengan jelas datang dari mana dan bagaimana ia berkembang. Kabbalah merupakan nama umum untuk filsafat metafisik, esoterik (tersembunyi, hanya dapat dipahami oleh kalangan tertentu), dan mistik. Bagian yang dikandung Kabbalah sendiri menunjukkan bahwa kabbalah ada lebih dahulu dari Taurat, dan lebih tua daripada agama Yahudi.
Ada dugaan dari orang Yahudi sendiri bahwa Kabbalah berasal dari Mesir Kuno. Ahli sejarah Yahudi, Fabre d’Olivet, dalam La Langue Hebraique, terbitan 1815, hal.28, menyebutkan bahwa Kabbalah berasal dari Mesir Kuno. Menurut penulis ini, Kabbalah mengakar hingga ke Mesir Kuno. Kabbalah merupakan suatu tradisi yang dipelajari oleh sebagian pemimpin Bani Israil di Mesir Kuno, dan diteruskan sebagai tradisi dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.
Bani Israil di Tengah Orang Mesir
AI-Qur’an menyebutkan bahwa Bani Israil dipekerjakan sebagai budak di Mesir. Bangsa Mesir waktu itu adalah penyembah berhala. Mereka menyembah banyak dewa. Lingkungan paganisme dan mistikisme ini mempengaruhi sebagian orang Yahudi.
Salah satu hal yang diduga sebagai bentuk masuknya pengaruh Mesir terhadap orang Yahudi adalah kisah pembuatan berhala patung anak sapi emas oleh Samiri. Diduga, anak sapi emas buatan Samiri ini merupakan tiruan dari berhala Mesir, Hathor dan Aphis.
Dalam bukunya, Too Long in the Sun, penulis Richard Rives menulis, “Hathor dan Aphis, dewa-dewa sapi betina dan jantan bangsa Mesir, merupakan perlambang dari penyembahan matahari. Penyembahan mereka hanyalah satu tahapan di dalam sejarah pemujaan matahari oleh bangsa Mesir. Anak sapi emas di Gunung Sinai adalah bukti yang lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa pesta yang dilakukan berhubungan dengan penyembahan matahari….”
Dengan keadaan demikian, tidak tertutup kemungkinan, beberapa orang Yahudi menjadi sesat dan mulai mempelajari ajaran-ajaran syirik, paganisme, sihir, dan mistik Mesir. Suatu hari, semua ajaran sesat itu terkoodifikasi menjasi Kabbalah.
Filsafat Materialis
Kabbalah juga menceritakan filsafat materialis yang mempunyai kesamaan dengan ide kepercayaan Mesir Kuno tentang keberadaan kekal materi.
Dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, dalam The Hiram Key, menceritakan tentang kepercayaan orang Mesir bahwa alam semesta ada oleh dan dari dirinya sendiri, lalu berkembang secara kebetulan, “Orang Mesir percaya bahwa materi selalu ada; mereka menganggap tidak logis pendapat tentang sebentuk tuhan yang membuat sesuatu dari ketiadaan mutlak. Mereka berpandangan bahwa permulaan dunia adalah ketika keteraturan muncul dari kekacauan, dan semenjak itu terjadi pertarungan antara kekuatan pengaturan dan kekacauan… keadaan kacau ini dinamai Nun, dan seperti penggambaran orang Sumeria…, yang ada hanyalah adalah sebuah jurang dalam, berair, gelap tanpa cahaya matahari yang padanya terdapat suatu kekuatan, daya penciptaan yang memerintahkan keteraturan bermula. Kekuatan laten di dalam zat kekacauan ini tidak mengetahui keberadaan dirinya; ia adalah suatu kemungkinan, sebuah potensi yang berjalin di dalam acaknya ketidakteraturan.”
Teori pembentukan alam semesta ala Kabbalah juga kental dengan bau meniadakan Allah. Alih-alih, materilah yang mengambil peranan penting. Murat Ozgen, seorang Freemason berkebangsaan Turki, membahas topik ini sebagai berikut dalam Masonluk Nedir ve Nasildir?, “Jelaslah bahwa Kabbalah disusun bertahun-tahun sebelum keberadaan Taurat. Bagian paling penting dari Kabbalah adalah sebuah teori tentang pembentukan alam semesta. Teori ini sangat berbeda dengan kisah penciptaan yang diterima oleh agama-agama ketuhanan. Menurut Kabbalah, pada awal penciptaan, muncullah benda-benda yang disebut Sefiroth, artinya “lingkaran-lingkaran” atau “orbit-orbit”, yang mengandung baik sifat material maupun spiritual. Benda-benda ini berjumlah 32. Sepuluh yang pertama merepresentasikan massa bintang-bintang di angkasa. Keistimewaan Kabbalah ini menunjukkan bahwa ia berhubungan erat dengan sistem kepercayaan astrologic kuno…. Jadi, Kabbalah jauh dari agama Yahudi dan berhubungan erat dengan agama-agama kuno yang misterius dari Timur.”
Banyak Tuhan dalam Kabbalah
Hal lain yang memunculkan dugaan Kabbalah berasal dari Mesir kuno adalah pandangan Kabbalah tentang Tuhan yang berbau politeistik. Orang-orang Mesir kuno pada zaman Bani Israil menjadi budak merupakan penyembah banyak dewa.
Dalam salah satu karyanya tentang Kabbalah, Joseph Smith and Kabbalah: The Occult Connection, Dialogue: A Journal of Mormon Thought, peneliti Lance S. Owens, mengemukakan pendapatnya tentang kemungkinan anal usul doktrin ini, “Prinsip paling inti dari kepercayaan bani Israil adalah persaksian bahwa “Tuhan kami satu”. Tetapi Kabbalah menyatakan bahwa sementara Tuhan ada dalam bentuk tertinggi sebagai suatu keesaan yang sepenuhnya tak terlukiskan -Kabbalah menamainya Ein Sof, yang tak berhingga. Singularitas yang tak terpahami ini perlu menjelma menjadi banyak sekali bentuk ketuhanan: suatu pluralitas dari banyak Tuhan. lnilah yang oleh para pengikut Kabbalah dinamai Sefiroth, berbagai bejana atau wajah Tuhan. Para pengikut Kabbalah mencurahkan banyak meditasi dan spekulasi tentang misteri bagaimana Tuhan turun dari keesaan yang tak terpahami kepada pluralitas. Sudah tentu, citra Tuhan berwajah banyak ini memberi ruang untuk tuduhan sebagai politeistik, sebuah serangan yang dibantah para pengikut Kabbalah dengan penuh semangat, walau tak pernah sepenuhnya berhasil.”
Kepercayaan Mesir kuno juga dipenuhi dengan dewa laki-laki dan dewi perempuan. Konsep sesembahan yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan ini muncul pula dalam Kabbalah. Hal ini juga diungkapkan Lance S. Owens dalam bukunya yang sama, “Tidak hanya Tuhan itu plural dalam teosofi Kabbalistik, tetapi sejak pemunculan pertamanya yang halus dari keesaan yang tak terpahami, Tuhan telah
memiliki dwibentuk sebagai Lelaki dan Perempuan; sebentuk Ayah dan Ibu supernatu¬ral, Hokhmah dan Binah, mereka merupakan bentuk-bentuk pemunculan Tuhan yang pertama. Para pengikut Kabbalah menggunakan metafor seksual yang terang-terangan untuk menjelaskan bagaimana persetubuhan dari Hokhmah dan Binah menghasilkan ciptaan yang lebih jauh.”
Maha suci Allah dari yang mereka katakan dan sifatkan ini.
Freemasonry dan Mesir Kuno
Keterkaitan Freemasonry-Ksatria ordo Templar-Kabbalah-Mesir kuno seharusnya memunculkan kecurigaan hubungan spesial ajaran, kepercayaan, dan praktek antara Free¬masonry dan Mesir Kuno.
Dan memang demikianlah adanya. Mesir kuno dalam pandangan Freemasonry adalah begitu mulia.
Dua penulis Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas berpendapat bahwa Mesir Kuno memiliki posisi penting dipandang dari segi asal usul Masonry. Menurut kedua penulis ini, gagasan terpenting yang telah mencapai Ma¬sonry modern dari Mesir Kuno adalah tentang alam semesta yang ada oleh dan dari dirinya sendiri, lalu berkembang melalui kebetulan.
Pemimpin Freemasonry Turki, Selami Isindag lebih jelas menggambarkan pengaruh Mesir Kuno atas asal usul Masonry dengan menyatakan, “Freemasonry adalah organisasi sosial dan ritual yang bermula dari Mesir Kuno.” (Dr. Selami Isindag, Sezerman Kardes VII, Masonlukta Yorumlama Vardir Ama Putlastirma Yoktur (There is No Idolization in Freemasonry but Interpretation), Masonluktan Esinlenmeler (Inspirations from Freema¬sonry), Istanbul 1977, hal. 120)
Bahkan Freemasonry mengungkapkan pujian dan simpati terhadap para fir’aun yang memerintah sistem yang kejam tersebut. Di dalam artikel lain dari majalah Mimar Sinan dinyatakan, “Tugas utama fir’aun adalah untuk menemukan Cahaya. Untuk memuliakan Cahaya Tersembunyi secara jauh lebih hidup dan kuat…. Sebagaimana kami, kaum Mason,

berusaha membangun Kuil Sulaiman, begitu pula bangsa Mesir Kuno berusaha membangun Ehram, atau Rumah Cahaya.” (Oktay Gok, “Eski Misirda Tekris” (Initiation in Ancient Egypt), Mimar Sinan, 1995, Vol. 95, hal. 62-63)
Sumber Freemasonry sendiri bangga dengan kesamaan upacara, ritual, dan filosofi mereka dengan kepercayaan Mesir kuno.
Sekali lagi, sebuah artikel di dalam Mimar Sinan bertajuk “Asal Usul dan Sasaran Sosial Freemasonry” menyebutkan, “Pada masa Mesir kuno, berbagai upacara inisiasi di kuil Memphis berlangsung lama, diselenggarakan dengan penuh perhatian dan kemegahan, dan memperlihatkan banyak kesamaan dengan upacara-upacara Masonik.”
Bukti lain tentang hubungan Freemasonry dengan Mesir kuno adalah banyaknya lambing-lambang Mesir kuno yang diadopsi menjadi lambing-lambang Freemasonry. Di antara lambang-lambang tersebut adalah gambar wajah fir’aun di depan altar loji Freemason, pyramid di bawah mata, tiang ganda, dan obelisk.
Bahkan, lambang Freemasonry berupa jangka dan mistar siku sebenarnya merupakan representasi dewa dewi Mesir, Osiris dan Isis.
Jelaslah, bahwa Kabbalah bukanlah tafsir Taurat, bukan pula ajaran Nabi Sulaiman. Point terakhir ini juga perlu dimengeri mengingat orang Yahudi menganggap Nabi Sulaiman sebagai ahli sihir -sebagimana telah dibantah Allah dalam surah Al-Bagarah- dan orang yang memasukkan sejumlah ide paganisme ke dalam Yahudi. Michael Howard, dalam The Occult Conspiracy, menyebutkan bahwa sejak abad pertengahan Nabi Sulaiman dianggap sebagai ahli sihir dan pengide paganisme Yahudi, dan kaum Mason menganggap Kuil Sulaiman sebagai kuil pagan. Inilah mengapa kuil Sulaiman begitu penting bagi Freemasonry.
Kabbalah adalah paham sesat berasal usul entah dari mana. Tertuduh utama asal usul Kabbalah adalah Mesir kuno, mengingat sejarah bangsa Yahudi, kesamaan ide Kabbalah dan agama Mesir kuno, serta kebanggaan Freema¬sonry atas kepercayaan Mesir kuno.

Artikel : Menyingkap Kabbalah
Oleh : Abu Ukasyah
Sumber : Majalah Elfata, Edisi 6 Tahun 2006. Halaman 53-55

m4s0n501

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>